Rapat koordinasi stakeholder kakao dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi, menyepakati hal-hal strategis dan langkah-langkah operasional untuk pengembangan kakao serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan di lapangan dan upaya pemecahan permasalahan demi pengembangan kakao yang berkelanjutan di Kabupaten Bireuen. Rakor ini dilaksanakan di aula BAPPEDA pada Selasa 23 Desember 2014 yang dibuka oleh Kepala Bappeda Bireuen dan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan kakao Bireuen serta unsur Swiscontact Jakarta , Medan dan Bireuen (± 40 orang peserta).

 

Dalam sambutannya Ir. Ibrahim Ahmad M. Si antara lain menyampaikan bahwa Penyelenggaraan rakor ini dengan melibatkan para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, menjadikan rapat koordinasi mempunyai warna lain karena para petani dan pelaku usaha diberi kesempatan untuk menyampaikan success story dan permasalahan yang dihadapi terutama dalam pengelolaan kebun, peningkatan mutu, pengolahan dan pemasaran kakao, baik di Bireuen, Aceh maupun nasional. Pengembangan perkebunan kakao saat ini belum optimal dan masih banyak kendala yang ditemukan baik di hulu maupun hilir yang memerlukan penanganan yang lebih intensif, terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Selanjutnya Kepala BAPPEDA juga sangat mengharapkan agar kakao dapat menjadi Prime Mover perekonomian Kabupaten Bireuen, karena tanaman ini sangat cocok untuk tumbuh dan berkembang dengan iklim dan cuaca setempat serta memiliki lahan yang potensial untuk dikembangkan, tinggal memanfaatkan inovasi, tekad, kemauan dan strategi kebijakan dalam pengelolaan serta pemanfaatannya. Untuk ini diperlukan kerjasama yang harmonis antara petani, swasta, dan pemerintah sehingga prospek bisnis kakao yang cerah dan bernilai tambah akan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Bireuen. Pemerintah Kabupaten Bireuen juga telah mulai mensiasati dan memikirkan agar pengembangan kakao ini dapat terus berkelanjutan dan memiliki nilai tambah yang tinggi baik untuk petani maupun pengusahanya melalui Badan Kerjasama Antar Daerah Regional Manajemen BEUJADI (Bireuen, Pidie Jaya dan Pidie). Terima kasih kepada Swiscontact yang telah membina dan mendampingi petani kami selama ini, mudah-mudahan walaupun SCPP berakhir di tahun 2015 besar harapan kami berbagai program lainnya dapat dikucurkan ke Bireuen sehingga upaya ini dapat berhasil.

 

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Ir. Irwan M. Si juga ikut menyemangati petani agar merawat kebun kakao secara intensif sesuai pengalaman dan ilmu serta teknologi yang telah diajarkan, tidak bermalas-malasan, sehingga kualitas produksi dan produktivitas dapat terus meningkat. Ibu Dina Novita selaku Government Relation Officer yang menjembatani Swisscontact dengan pemerintah memaparkan tentang lokasi proyek Swiscontact, kerangka kerjasama dengan pemerintah serta role model kerjasama yang disepakati. Ibu Meri Yuli sebagai Regional Program Manager menjelaskan tentang Pencapaian Program 2014 & 2015 Sumatera, Bapak Asep Saiful Malik Program Officer Swisscontact Kabupaten Bireuen memaparkan Pencapaian Program 2014 & 2015 Kabupaten Bireuen.

 

Rapat dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dipandu oleh Bapak Dailami, S. Hut selaku Kabid. Ekonomi dan Ketenagakerjaan BAPPEDA Kabupaten Bireuen untuk merumuskan kesepakatan tatacara evaluasi program pengembangan kakao. Dalam rembuk ini Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr. Amir Addani beserta jajarannya siap berpartisipasi dalam pendampingan program nutrisi untuk penambahan gizi dan pendapatan keluarga petani kakao, demikian juga dengan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dengan segenap penyuluhnya juga mempunyai andil besar dalam peningkatan skil petani kakao. Petani dan pengusaha kakao mengharapkan penyertaan modal dan regulasi yang berpihak kepada masyarakat. Rapat ditutup dengan kesepakatan yang dicapai antara lain; Swisscontact siap melaporkan progress pelaksanaan kegiatan setiap bulannya dan Tim Koordinasi akan melaksanakan monitoring dan evaluasi paling kurang dua kali dalam setahun.